Pengikut

Sabtu, 28 September 2019

Menghilangkan Bosan dengan Tulisan (part 1)


Menulis dan tulisan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Mereka pencipta dan kemudian tercipta. Karena pada dasarnya sebuah karya tercipta dari bagaimana kita mengatur keengganan menjadi sebuah keharusan, kemudian suatu keharusan lama-lama akan menjadi sebuah kebiasaan yang tak dapat lagi ditinggalkan.

Contohnya beribadah. Dalam hal ini baik Muslim ataupun non Muslim pasti telak memiliki rules yang mewajibkan para pemegang kepercayaan tersebut untuk mengerjakan suatu hal yang halal dan menjauhi hal-hal haram.

Biasanya yang pertama kali kita butuhkan di sini adalah niat, jika masih tetap enggan maka buatlah seolah-olah ibadah itu hutang yang mesti kita bayar hingga begitu kita lupa tidak mengerjakan ibadah kita senantiasa akan mengingat masih ada hutang yang belum dibayar. Nah dari ibadah ini kita dapat memaknai kehidupan sehari-hari.

Sama halnya dengan menulis. Menulis juga sebenarnya susah dikerjakan. Belum lagi kalau perlu mengumpulkan data, fakta kemudian harus merangkai kata dan yang lebih parahnya tulisan kita jadi terbengkalai begitu saja karena kita terlalu lelah hanya karena beberapa masalah. Hal ini yang berbahaya.

Daripada mengabaikan dan menyia-nyiakan tulisan, mending mulai sekarang kita ubah rumitnya menulis menjadi bentuk pelampiasan kita saat bosan. Oke kita ubah kembali kata pelampiasan jadi pengungkapan di saat bosan. Tapi tidak ada salahnya juga kita lampirkan kata pelampiasan pada tulisan.

Loh itu kan terlalu sarkastis! Menulis dan tulisan itu sangat harus kita banggakan bukannya dijadikan pelampiasan!?

Baiklah baik tenang para pemirsa yang bijaksana. Menurut opiniku lebih baik menulis dijadikan pelampiasan daripada tidak sama sekali, bukan?

Aku juga dulunya sama. Pertama kali menulis itu sebagai bentuk pelampiasan. Dulu aku payah, payahnya sampe kebangetan lagi!!!😂 Aku yang dulu menganggap menulis itu sangatlah lebay, sumpah deh kalo kata orang sunda, "DIPOYOK DILEBOK" ya tapi emang itu faktanya. Aku suka mengolok, tapi akhirnya aku sampai sekarang menekuni dunia kepenulisan.

Masih ingat waktu itu aku... aku apa hayo?

( Aku skip sampai sini dulu. Takutnya kepanjangan jadi kalian ogah-ogahan bacanya. )




Don't forget to stay on my blog untuk baca kelanjutan tulisanku.

Btw thank you bagi kalian yang mau support, karena di sini aku pemula jadi kita sama-sama saling berbagi, belajar sekaligus mengajar.



See you next chapter guys😙

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulasan Cerpen Cerita Remaja

ULASAN CERPEN Titik Buta karya Mgal Orientasi Cerpen yang berjudul Titik Buta ini adalah sebuah karya dari MGal dan berhasil tembus...