Pengikut

Sabtu, 28 September 2019

Menghilangkan Bosan dengan Tulisan (part 2)


Karena ini continue part dari postingan sebelumnya, jadi kali ini aku mau lanjutin ke curhatan porsi nampol edan. Jangan marah ya kawan-kawan atas acak-acakannya tulisanku dan betapa bar-barnya bacotku ini😢

Sebenarnya ini bukan solusi yang bagus untuk kalian baca. Isi tulisan ini sama sekali tidak membahas tentang bagaimana menghilangkan rasa bosan dengan tulisan. Nyatanya ini semua berisi curhatan semata yang mungkin kalian pandang tidak berguna, tapi kalau mau baca syukur, tidak baca juga mesti tahu biar nambah seru dan berbagi pengalaman.

Langsung cusss aja ke masa lalu di mana waktu itu aku kelas sepuluh mau naik kelas sebelas kalo gak salah. Kan tiap tahun itu di sekolah selalu mengadakan graduation party ya, kebetulan aku masuk anggota KPS (Kelompok Paduan Suara) untuk mengisi acara tersebut. Dan dengan bodoh serta tidak warasnya si aku ini berpapasan sama kakak kelas yang  beuhh brave to oath dia cowok paling mencuri perhatian di antara cowok-cowok ganteng yang berjejer pake jas dan bergaya ala-ala oppa korea. Karena apa? Karena dia mirip mantan. MIRIP MANTAN coyy!!!

Gila gengs!!! Aku suddenly cengo lihat dia. Dan... entah gimana dia juga melirik ke arahku walau kalau dihitung maybe hanya sepersekian detik doang. Aneh sih, dari sekian cowok yang pernah aku temui di dunia sejagat ini, kenapa harus dia begitu mirip sama cinta pertama aku. Mulai deh lebaynya keluar, tapi emang beneran gengs dia mirip banget pake Z.

Dia pecinta musik, mantanku juga.
Dia gitaris, mantanku juga.
Dia punya mata sipit, mantanku juga.
Dia body sedang, mantanku juga.

Aelah malah bahas mantan sih! Sing penting perbedaan mereka adalah.. dia si pemilik mata serupa itu sama sekali tidak peduli terhadapku. Kurang lebih aku terpesona, dia cukup tahu aku saja. Ya, gimana enggak terpesona kalau dia banyak persamaan sama mantan yang makin nambah galmov a.k.a gagal move on.

Nah, kembali ke masa sekarang. Kali ini aku memutuskan untuk mengambil pengalaman meski akhirnya aku belum pernah sedikitpun bicara sama dia si mata serupa. Ya, aku tetap berterima kasih pada semua yang telah berpartisipasi dalam kisahku ini. Kepada sekolah tercinta, kepada penyelenggara acara, dan kepada dia yang hadir di sana. Aku amat sangat berterima kasih kepada Allah karena jika tidak ada kejadian tersebut aku masih saja mengolok sebuah karya tulisan yang patutnya diagungkan.

Maafkan aku yang dulu gengss. Jadi ada benarnya juga perihal, "Don't judge a book by it's cover." Aku setuju akan hal itu. Namun cover juga butuh kreasi yang menarik untuk memikat calon pembacanya.


Perhaps, itulah sepenggalan cerita kurang bermakna. So, aku mau denger dong dari kalian cerita pertama kali membuat tulisan. Apa se-absurd diriku ini? Tapi mudah-mudahan janganlah ya. Mungkin pengalaman kalian lebih berharga daripada di sini.





Share di comment gengss😆

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulasan Cerpen Cerita Remaja

ULASAN CERPEN Titik Buta karya Mgal Orientasi Cerpen yang berjudul Titik Buta ini adalah sebuah karya dari MGal dan berhasil tembus...