Pengikut

Jumat, 13 September 2019

Cerita Tentang Permata

Lembar Pertama ~Kisah Permata dan Purnama~


Jari-jari Permata seolah tersihir oleh pensil dalam genggamannya. Enggan beristirahat menggores hitam pada lembar putih di atas meja, membiarkan beribu turunan Fisika mengambil alih dunia agar bulatan-bulatan kecil penuh makna yang berderet di sana dapat segera rapih tertata.

Meski waktu satu-persatu datang menyerbu, dirinya tetap kalap pada rumus-rumus gila itu sambil sesekali melirik sosok lelaki yang duduk tepat di bangku sebelahnya. Rupawan dan mengaggumkan layaknya sang intan yang patut dibanggakan, tapi kecaman sang tuan membuatnya gelagap tak keruan.

"Saya tahu saya ganteng, tapi untuk sekarang kertas ini lebih utama daripada berbangga rupa."

Sialan!

Permata ketahuan.

Gadis itu memalingkan muka, menunduk cukup lama untuk merutuki kebodohan yang baru saja dilakukan. Bagaimana bisa ia terpana akan paras milik Purnama, sementara Olimpiade Fisika ia acuhkan begitu saja.

Ah, ini sangat menyebalkan.

Si pemilik netra abu itu mampu memikat jiwa siapa saja yang ada di dekatnya. Purnama anak pintar, Purnama punya tampang dan yang paling penting Purnama adalah rival Permata sejak muda sekaligus lelaki pertama yang ia suka. Kini di SMA pun masih sama, bersaing mendapat peringkat paling atas dalam deretan nama dari berbagai kota agar diakui dunia.

Permata menghela napas panjang. Ia menyender pada senderan kursi di belakang, mengenyahkan kenyataan yang selalu mengganggu pikiran.

"Bahkan hatiku jatuh bergemuruh pada seseorang yang menganggapku sebagai musuh."



7 komentar:

Ulasan Cerpen Cerita Remaja

ULASAN CERPEN Titik Buta karya Mgal Orientasi Cerpen yang berjudul Titik Buta ini adalah sebuah karya dari MGal dan berhasil tembus...