Pengikut

Kamis, 14 November 2019

ULASAN CERPEN Kamar Mandi Mertua karya Mabruroh Qosim


Kamar Mandi Mertua karya Mabruroh Qosim

Edisi 3/I/Mei 2019
Oleh : Mabruroh Qosim

Orientasi
Cerpen Kamar Mandi Mertua adalah sebuah karya dari tangan kreatif  Mabruroh Qosim. Cerpen ini merupakan cerpen yang telah diposting oleh ngodop.com atau bisa dilihat langsung dengan klik link berikut ini http://www.ngodop.com/art/17/Kamar-Mandi-Mertua Karya ini banyak diapresiasi para pembaca karena kemutakhiran Mabruroh Qosim dalam merangkai kata. Karya tulis ini dibangun untuk menyadarkan kita pada kehidupan nyata di akhir zaman ini. Cerpen ini bercerita tentang sebuah pengkhianatan suami kepada istri serta problematika rumah tangga.

Tafsiran
Penulis mengawali cerita dengan perkenalan tokoh  Sari dan penulis juga menuangkan ide cerita menggunakan kata-kata yang luar biasa untuk memperdalam karakter Sari dengan latar kamar mandi. Selanjutnya di paragraf tiga penulis mulai menuangkan konflik awal, di mana kelakuan saat Sari berulah membuang bayi di kebun mertua tokoh aku serta digabung bersama rasa penasaran  tokoh aku sebagai pelaku utama menjadi daya tarik bagi pembaca.

Paragraf seterusnya konflik awal terus dikembangkan. Beberapa tokoh penting pun dimunculkan secara perlahan.  Seperti ibu mertua, Marbun sang suami dan Maryani, nama pelaku utama.  Sesuai judul pula, topik cerita tetap mengangkat latar kamar mandi sebagai bahan utama dalam bacaan.

Klimaks dari konflik awal pun terjadi juga. Saat tokoh aku mengadu pada ibu mertua tentang alasan kenapa bayi itu dibuang serta sangkut pautnya dengan Marbun dan juga Sari. Akhir cerita telah sampai, penulis menyajikan pesan bahwa sedalam apapun menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga. Nah, peribahasa tersebut berlaku pada cerpen ini. Sedalam apapun kebohongan disembunyikan, pasti ujungnya terungkap jua.

Evaluasi
Cerita pendek ini disajikan dalam bentuk kata sederhana, tapi tetap tidak menghilangkan makna cerita. Mudah dimengerti dan pembaca akan seolah terhanyut dalam suasana tersebut apabila dibaca dengan tertata dan seksama. Cerpen ini efektif membimbing kehidupan berumah tangga sehingga sangat disarankan bagi kaum pemula dalam berumah tangga.
Pada cerpen ini penulis menulis beberapa nasihat tersirat yang apabila pembaca mengerti maksud cerpen ini, maka para pembaca akan tersihir dengan kemolekannya.
Dalam cerpen ini pula penulis menyajikan sebuah pernikahan yang apabila tidak didasari cinta lebih baik tidak jadi menikahdaripada nanti akan terjadi pengkhianatan yang mendalam dan menyakitkan.

Rangkuman
Cerpen ini memberikan gambaran bahwa berumah tangga bukanlah kesenangan semata.  Cerpen ini menjadi pengingat bahwa berumah tangga haruslah didasari cinta dan taqwa agar senantiasa tetap dalam jalan yang lurus. Cerpen ini cocok untuk orang-orang yang terlena pada nafsu dunia dan bisa menjadikan motivasi untuk kembali melakukan perenungan mengenai makna hidup berumah tangga yang sebenarnya.



Minggu, 03 November 2019

Romansa Cinta - Biografi Silvana Devinta Sari




Mojokerto. Kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini telah berhasil melahirkan jiwa perempuan hebat pada tanggal 14 Maret 1983. Kota yang terkenal dengan sebutan kota onde-onde adalah kota tempat bermulanya kehidupan seorang perempuan bernama Silvana Devinta Sari atau lebih akrab dikenal mba Silva.

Salah satu senior PJ ODOP ini bertumbuh besar bersama kedua orang tuanya di kota kecintaan mereka. Di sana, di provinsi kebanggaannya tersebut ia berhasil mengecam pendidikan Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Airlangga pada tahun 2006. Dilanjut jenjang berikutnya, mba Silva akhirnya meraih gelar Magister di Universitas Widya Mandala dalam program studi Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2013.

Beliau adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Dengan do'a, usaha serta restu kedua orang tuanya beliau berhasil mencipta beberapa karya yang kini telah terpublikasikan.

1. Jurnal Ilmiah

Beyond Word Journal : The Student-Bloggers' Voices On the Contribution of EFL Writing Through Blogging.
Link : http://journal.wima.ac.id/index.php/BW/article/view/512

2. Buku Antologi

Perempuan Hebat, Antologi Puisi
Diterbitkan oleh Anlitera, 2018.

Ruang Tengah Cerita Cinta Keluarga
Diterbitkan oleh CV Motivaksi Inspira, September 2018.

Sederet Cerita Para Pecinta Buku - One Week One Book Community
Diterbitkan oleh Hanami, Oktober 2018.

Untuk kisah cintanya sendiri, mba Silva bertemu dengan jodoh lewat chat online. Suaminya dulu kerja di pertambakan udang di daerah Lampung, sedangkan beliau kerja di kursus Bahasa Inggris di Surabaya. Jauh banget ya? Berarti benar kalau jodoh tak akan ke mana.

Awalnya begitu, mereka saling mengenal lewat aplikasi chat online dan memilih berpacaran jarak jauh. Kalau anak muda sekarang menyebutnya dengan istilah LDR-an. Long Distant Relationship. Mereka berkomunikasi hanya lewat aplikasi WA dan BBM. Dari chat tersebut kisah kasih mereka dipertemukan oleh kopdar, semacam pertemuan atau kumpulan suatu komunitas dan bertemunya saat di bandara ketika suaminya itu pulang ke Jawa. Dari situ akhirnya mereka semakin akrab.

Sekitar satu setengah tahun lamanya mereka saling mengenal diri, kemudian memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius pada Januari 2018 lalu bersambung sampai ke altar penikahan pada 8 Juli 2018. Kini keluarga kecil beliau telah disempurnakan dengan kehadiran bidadari cantik jelita yang lahir pada tanggal 12 April 2019.

Jika masih wonder dan belum puas mengenai cerita hidup mba Silvana Devinta Sari, kalian bisa kepo-kepo akun medianya atau blog tercintanya. Silahkan jangan lupa berkunjung ke
www.silvanadevinta.blogspot.com atau http://Linked.in/silvanadevintasari


Sabtu, 02 November 2019

Kisah Teman Lama 7

Alicia POV
Aku tidak pernah tahu bahwa hidup akan serumit ini. Aku kira semua akan berjalan sebagaimana kebanyakan orang menjalani keseharian tanpa sedikitpun merasa dirinya dalam masalah, tapi ternyata perkiraanku salah total. Aku pula berpikir bahwa setiap orang akan mencapai kehidupan yang membahagiakan di masa depan, tapi semua sudut pandang itu juga tidak mesti dibenarkan.
Karena hari ini masa depanku ditarik paksa oleh tiga orang lelaki yang tadi sempat menggoda di halte bus. Ruang penuh rumput liar dan lumut hijau yang hidup bebas pada dinding bata menjadi tempatku terlentang.
Aku ingin sekali berontak, memukul wajah brengsek mereka kalau saja tangan dan kakiku tidak diikat erat. Selain itu tubuhku tak bisa melawan lebih banyak, sebab obat yang berhasil mereka suntikan mampu membuat tubuhku sangat lemas dan pasrah menerima perlakuannya.
Seperti perlakuan lelaki yang kini asik membuka baju serta rok seragamku. Dia tersenyum menatapku sambil berkata. "Tenang gadis manis, semua akan berjalan lancar jika kamu menikmatinya."
Aku menggeleng, memejamkan mata saat dinginnya lantai menyentuh tubuhku yang tinggal berbalut bra dan celana dalam.
Aku takut ya Tuhan, aku sungguh takut.
Sontak mataku melotot saat tangan-tangan lelaki itu mulai meraba kulitku. Mereka memandang remeh dan salah satunya menurunkan sentuhan menuju perutku. Membentuk pola setengah lingkaran hingga ke pinggang. Sedangkan disini diriku sendiri hanya bisa bernapas gusar, tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan kotor mereka.
"Kumohon, tolong aku Tuhan. Aku mohon berikan aku kekuatan." batinku menangis.
Aku sungguh takut, apalagi saat tangan lelaki lainnya menyentuh dada atasku.
"Aku akan berlaku lembut jika kamu menurut." katanya.
Bajingan! Aku benci keadaan ini.
Keadaan yang memaksaku untuk terus diam tanpa suara. Membiarkan mereka menjamah tubuhku dengan senang hati. Sungguh aku tidak rela.
Tolong hentikan, kumohon.
"HENTIKAN!"
Seketika semua pasang mata mengarah pada datangnya suara. Menerka seseorang yang sekarang berdiri menghadapku. Seseorang yang masih berseragam sekolah dengan seragam yang sama persis seperti milikku yang kini tak berbentuk lagi.
Bara. Ya, dia Bara.
Meski pandanganku buram karena air yang mengenang aku tetap yakin dia Bara. Aku juga yakin sebentar lagi dia akan tersenyum melihatku seperti ini, tapi sial.. aku tak dapat lagi menahan air mata saat pandanganku bertemu dengannya. Bertemu dengan manik merah menyala milik Bara.
Kini semakin jelas bahwa dia memang Bara. Dan itu berhasil membuatku benar-benar sadar, mengingat bahwa kejadian ini merupakan perwujudan kata-katanya saat di lorong koridor tadi.
Aku mengalihkan pandangan. Menetralkan degup jantung yang berdetak tak karuan. Sungguh kenyataan ini sangat menyakitkan. Mengingat Bara adalah orang yang selalu menebar kebahagiaan walau kadang menyebalkan. Dia orang yang bertanggung jawab dan disenangi banyak orang meski tingkahnya yang berantakan.

Ulasan Cerpen Cerita Remaja

ULASAN CERPEN Titik Buta karya Mgal Orientasi Cerpen yang berjudul Titik Buta ini adalah sebuah karya dari MGal dan berhasil tembus...