Aku bingung mau nulis apa. Kayaknya ideku terkuras habis oleh pikiran tentang dia, soalnya beberapa hari ini dia sering muncul di IG story. Haduh dia lagi dia lagi. Membosankan! Tapi tak apalah aku juga bingung. Entah apa yang merasukimu... hingga kau tega membuang hatiku yang rindu pada dirimu.
Gaje ya? Ya sudah lupakan saja!
Aku memang begitu orangnya kalau di jam-jam gila. Gila makna, gila selera, gila-gila segala terutama gila pada dia. Tuh, kan ketemu dia lagi. Biarinlah asal jangan gila harta, gila tahta dan wanita. Eh, aku kan cewek ya? Berarti ganti kata "Asal jangan gila harta, gila tahta dan pria!" Udah tepat belum?
Duh makin gak waras aja.
Ini kalian yakin mau lanjut baca? Secarakan dilihat judulnya juga enggak bikin suka apalagi cinta. Eaaa.. Dipikir-pikir sampai tua.. ini kok sepertinya aku lebih cocok jadi komedian dibanding membuat tulisan.
Ya ampun mulai deh pede tingkat langit ke tujuh.
Tapi gak ada salahnya juga mencoba. Coba naik langit ke tujuh pakai pesawat tempur terus terjun payung supaya raga diam melambung terapung-apung. Membiasakan hati biar enggak naik turun nengok dia peluk mesra sama pentolan Bandung.
Hufft.. (menarik napas panjang, keluarkan kemudian)
Ngenes banget cintaqyu.
Dipikir-pikir sampai tua, aku merana karena dia. Aish.. ini gara-gara om Sule nyanyiin lagu bunda dorce, "dipikir-pikir sampai tua" kan jadi terngiang-ngiang bagai jangkrik di akhir petang.
Ya sudahlah udah malem, bagian bobok cantik and ganteng.
Terima kasih sudah membaca curhatan kurang berguna ini. Semoga selalu terlindungi.
Maaf
Cuma
Edisi
Curhatan
Saja
Jadi
Jangan
Ambil
Hati
Ya
All clear, nantikan juga curahan gila episode dua!!!
And thank you for all who read my absurd story
Rangkaian kata penuh makna untuk sebuah aksara berima sebagai unjuk pengungkapan rasa pada ronanya semesta. Welcome and Enjoy My Blog Story :)
Pengikut
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Misteri Malam Jum'at Kliwon
Hihihihhh.. hati-hati di belakangmu! Saya sarankan baca ini jangan sendiri apalagi sedang sepi di malam hari.
Ingat horor malam Jum'at Kliwon!
Mungkin bagi sebagian orang ada yang sangat percaya, ada pula yang menganggapnya biasa saja, namun masyarakat Jawa memiliki pandangan berbeda terkait kekeramatan malam Jum'at Kliwon. Masyarakat Jawa Tengah ada yang lebih percaya kalau malam Jum'at Wage adalah hari yang dikeramatkan, sedangkan masyarakat Yogyakarta lebih percaya kalau Selasa Kliwon itu hari yang keramat selain Jum'at Kliwon. Kepercayaan tersebut dikaitkan dengan kebudayaan Jawa yang menempatkan Kliwon sebagai tanda keangkeran.
Aku pernah tahu penanggalan serta rasi bintang yang kakek aku wariskan. Sedikit mewartakan, beliau itu seorang tokoh masyarakat di kampungku yang sering dipercaya untuk menentukan tanggal pernikahan, khitanan dan hajat-hajat lainnya. Ini pesan beliau yang aku ingat sampai sekarang, "amati Rabu Pahing, Kamis Pon dan Jum'at Wage! Pasti mendung terus."
Percaya tidak percaya, obrolannya tidak meleset. Aku juga pernah diberitahu soal hari sial, hari terlarang dan masih banyak lagi yang aku enggan simak. Sumpah aku tidak mengerti dan juga kurang paham bahasa sunda yang buhun (kuno).
Oke lupakan itu!
Balik lagi ke malam Jum'at Kliwon di mana hal janggal pernah aku alami sendiri malah beberapa kali. Aku kurang tahu pasti ini masuknya takhayul atau apa, yang jelas aku pernah merasakannya dengan indera tubuhku.
Pertama, dulu pas pulang sekolah kebetulan di jalan sudah maghrib. Karena daerah aku masuk ke perkampungan gitu jadi masih banyak pohon-pohon rindang di sekitar jalan. Jarak dari rumah blok A ke blok B juga lumayan berjauhan. Sampai di suatu titik tempat lampu pertigaan jalan menyala, aku dan mama mencium bau busuk yang sangat menyengat. Waktu itu mama sengaja jemput pakai motor jadi mempermudah untuk berhenti sejenak untuk mencari tahu bau busuk yang menyengat itu.
Aneh dan sadar kita langsung melaju kencang. Katanya itu bau makhluk yang bernama.. p o c o n g. Omaigat serem juga. Alhamdulilah enggak pernah ketemu sama wujudnya dan tidak pernah mau ketemu.
Kedua, hal yang sama pula, tapi kali ini sekitar jam 8 malam aku pergi ke warung dan di depan rumah itu semerbak bau bunga menyengat pula. Harum bunga kopi dan melati seolah bercampur menggelitik hati. Aishh.. jangan tanya lagi betapa dalam sekejap bulu kuduk mendadak berdiri.
Terus ketiga, dulu pas masih SD ada orang yang meninggal di desa sebelah tepat di malam Jum'at Kliwon.
Orang-orang yang melayat pun ramai banget dan satu per satu menaruh sesaji di pinggir kuburan orang tersebut. Usut punya usut yang mati pada malam Jum'at Kliwon kuburannya harus ditunggui dan diberi sesaji supaya tidak digali hewan buas dan dimanfaatkan orang untuk ilmu hitam.
Konon, Jum'at Kliwon merupakan malam yang punya kekuatan magis. Kata orang malam itu sering digunakan orang untuk mengambil tali pocong dan dijadikan bahan kekuatan ilmu hitam.
Pamor hari tersebut sudah terlanjur dikenal luas. Lantas, apa yang membuat orang Jawa menganggap bahwa malam Jumat sangat dekat dengan hal-hal berbau gaib? Dan ternyata hal-hal mistis telah jadi bagian dari masyarakat Indonesia.
Selasa, 01 Oktober 2019
Kelebihan dan Kekurangan Kopi Bagi Diri
Siapa yang tidak tahu kopi? Seduhan pahit yang hangatkan hati mampu merangsang semua orang untuk tetap asik menikmati. Menguap ke udara lalu menggelitik titik paling inti. Alirkan elegi indah tuk awali pagi. Minuman paling kusuka yang ada di muka bumi.
Balik lagi ke laptop!!!
Sampai saat ini dampak meminum kopi pada kesehatan kerap menjadi perdebatan. Beberapa orang mengatakan dampak positif, namun tak sedikit orang pula berkata negatif. Jadi, apa sebenarnya manfaat meminum kopi?
Aku menemukan artikel dari CNN Indonesia. Mereka telah melansir dari The Verge, sebuah aturan baru di California, Amerika Serikat untuk mewajibkan perusahaan-perusahaan kopi supaya menyertakan label peringatan di kemasan kopinya, karena suatu bahan kimia pemicu kanker yang terkandung di dalam minuman tersebut.
Bahan kimia yang dapat memicu kanker tersebut adalah acrylamide, suatu bahan yang dapat ditemukan di beberapa makanan dan asap rokok. Walau acrylamide dalam jumlah yang besar telah dikaitkan dengan penyakit kanker pada penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap tikus, keterkaitan ini tidak ditemukan pada manusia, menurut American Cancer Society.
Di sisi lain, kebanyakan orang malah sangat cinta akan serbuk yang mengandung kafeina ini. Katanya, "Dari studi yang dipublikasi oleh The British Medical Journal menyebut bahwa meminum kopi dapat menurunkan resiko kanker kulit, prostat, hati dan uterus."
Lalu kebenaran yang sesungguhnya seperti apa?
Menurut Profesor Riset dan Kebijakan Kesehatan Stanford University John Ioannidis, lebih baik bersikap skeptis terhadap hasil studi-studi ini. Baik studi yang menyebut dampak negatif maupun dampak positif meminum kopi. Ia menyebut, jumlah acrylamide yang terkandung dalam kopi terlalu rendah untuk mengakibatkan kanker.
"Dari jutaan hal yang ada di sekitar kita, [kopi] merupakan salah satu hal yang paling aman dilihat dari dampaknya terhadap kanker," ucap Ioannidis.
"Saya tidak akan terkejut, sebenarnya, jika [meminum kopi] tidak memberi dampak positif dan negatif signifikan apapun," ujar Ioannidis juga.
Aku pun sepertinya setuju dengan pendapat yang kedua. Sebab aku memang sangat cinta pada kopi penghangat jiwa. Aku tidak peduli seberapa besar dampak yang akan terjadi nanti, mau positif atau negatif aku tetap akan jadi pecinta kopi paling utama. Sepertinya dia candu bagiku.
Aku pernah denger dari orang-orang sekitar kalau perempuan mengonsumsi kopi itu tidak baik. Terus anak laki-laki yang belum sunat juga dilarang minum kopi. Entah itu fakta atau opini, tapi di sini aku sebagai seorang pecinta kopi akan tetap membela diri.
Aku mengakui kok, kalau cinta sama sesuatu itu jangan berlebihan. Aku tahu hal itu. Sayangnya aku lahir dari seorang pecinta kopi, gimana dong? Ya itu terjadi sama mamaku sendiri. Waktu masih muda mama terlalu menyukai kopi sampai kopi serbuknya pun ia makan gitu aja. Salut deh sama dia, dan hal itu pun nurun sama anaknya. Mama akhirnya berkata, "Neng, jangan banyak makan serbuk kopi atau minum kopi!! Itu gak baik."
Tapi aku bandel, kekeuh tidak mau melepas kopi dari genggaman terdalam. Intinya aku kasih alibi sama mama kalau aku minum kopi jarang-jarang, padahal selagi gak ketahuan mama aku jajan ya enggak bakal lepas sama kopi sebagai minumannya. Es kopi, kopi panas dan kopi-kopi lain yang sejenisnya. Mau pahit atau tidak itu tergantung cara kita menikmatinya.
Sampai di titik akhir kejengkelan mama. Dia kembali cerita, "Inget neng, mama udah bilang jangan keseringan minum kopi. Kalau mau tahu dulu mama susah banget buat dapetin kamu." begitu katanya.
Emang iya sih, aku gak bisa mengelak. Kata mama dia sampai berobat sana sini buat bisa hamil dan punya anak. Setelah dokter menyebutkan tidak ada riwayat apa-apa sama rahim mama, akhirnya mama sadar sendiri terhadap ulahnya yang sering mengonsumsi kopi.
Haduh mohon maaf teman, kayaknya aku lebih ke pro sama kopi. But don't worry!! Jika memang suka minum kopi, lanjutkan kebiasaan tersebut. Jika tidak lebih baik jangan. Minum kopi itu merupakan sesuatu hal yang perlu dinikmati bukan dicaci.
Terima kasih
♡
Pengalaman Pertama Berbuat Dosa
Kalian pasti mengerti apa itu dosa. Dosa pembawa petaka sekaligus melenyapkan ketenangan jiwa itu kini sudah marak merajalela di kalangan manusia. Baik tua renta, lanjut usia bahkan anak usia muda pun paham akan bengisnya api neraka bagi para pendosa. Akan tetapi di sini aku tidak akan berbagi cerita pengalaman pertama berbuat dosa, karena setiap manusia memilih cara berbeda untuk melakukannya.
Aku di sini hanya akan bercerita dengan senang hati tentang pandangaku kepada para pendosa. Aku juga akan bijaksana dalam mengurai kata agar kita sesama pendosa sadar dan tidak memaki satu sama lain. Di sini juga akan kujadikan sebuah pembelajaran yang apabila kita melakukan dosa maka bersiaplah untuk menuju jurang hidup yang paling berbahaya.
Kita bahkan tidak tahu seperti apa itu dosa, karena diri kita sendiri malah sibuk mencari sensasi tiada arti dan bersuka ria untuk menyenangkan raga. Miris sekali. Padahal ada hal yang jauh lebih berharga daripada melakukan hal tidak berguna.
So, apa itu dosa?
Actually a lot of people pasti tahu apa itu dosa, namun aku tidak mau membahas kata dosa yang sebenarnya, melainkan dosa yang memiliki arti lain dari biasa.
Then, apa itu?
D O S A
Derita Orang yang Sengsara karena Harta.
Hah.. apa tuh?
Untuk memperjelasnya aku mau cerita sedikit, tapi aku mohon jangan menghakimi karena sekali lagi aku buat tulisan ini hanya untuk memotivasi dan berkaca diri. Beberapa hari ke belakang itu ada orang yang mungkin kalau zaman sekarang bilang OKB (horang kwuaya baroo) maaf bukan maksud menyinggung atau apa. Nah dia kan up sosial media gitu, entah maksudnya memamerkan harta yang dia punya atau buat senang-senang saja sampai warga sekampung tahu tingkah sifatnya dan kemudian dia dijauhi warga.
Ya ampun, naudzubillah amit-amit jabang bayi.
Singkat cerita, dari sana aku ambil kesimpulan dan buat action kalau materi itu gak perlu ditunjukan apalagi untuk bahan kesombongan. Mulai sekarang ayo teman gunakanlah sosial media seguna-gunanya! Aku yakin masih banyak hal yang bisa kita tampilkan tanpa harus merugikan orang termasuk menyengsarakan diri sendiri.
Bye.. see you next time
Senin, 30 September 2019
Enyahlah Kau Sesal
Deras air yang berlinang
Memeras jua luka yang menganga
Mengucurkan beribu turunan duka sengsara yang tiada akhirnya
Mengapa jarak begitu panjang?
Datang membentang menyela harap di tengah deruan
Tidak kah kau pulang
Kibarkan rasa temu yang makin menggebu
Aku rindu
Menyesal pula kecewa pada udara yang menghampa
Melepas kau hilang ditelan hujaman lara yang mungkin tak akan kembali tertata
Jangan..
Kumohon jangan kau biarkan ayunan sendu semakin melagu
Merotasi dalam relung waktu yang kian menabu
Bersisa pilu menyesakan kalbu
Aku siap menanggung derita
Tapi aku tak bersedia jika kau menyiksa
Torehkan renjana dahaga tiada tara
Menyayat asmara yang merona
Timbulkan serpihan memori ngeri yang berujung petaka
Semesta, 30 September 2019
Mengenang peristiwa G 30 S PKI
Semoga kau pahlawan tetap bahagia dalam syurga di sana. Aamiiiin
Memeras jua luka yang menganga
Mengucurkan beribu turunan duka sengsara yang tiada akhirnya
Mengapa jarak begitu panjang?
Datang membentang menyela harap di tengah deruan
Tidak kah kau pulang
Kibarkan rasa temu yang makin menggebu
Aku rindu
Menyesal pula kecewa pada udara yang menghampa
Melepas kau hilang ditelan hujaman lara yang mungkin tak akan kembali tertata
Jangan..
Kumohon jangan kau biarkan ayunan sendu semakin melagu
Merotasi dalam relung waktu yang kian menabu
Bersisa pilu menyesakan kalbu
Aku siap menanggung derita
Tapi aku tak bersedia jika kau menyiksa
Torehkan renjana dahaga tiada tara
Menyayat asmara yang merona
Timbulkan serpihan memori ngeri yang berujung petaka
Semesta, 30 September 2019
Mengenang peristiwa G 30 S PKI
Semoga kau pahlawan tetap bahagia dalam syurga di sana. Aamiiiin
Minggu, 29 September 2019
Mengurangi Rasa Sedih
Don't cry, don't be sad!!!
Jangan sampai berlarut-larut dalam kesedihan!!!
Tidak bagus jika kita terus berlarut dalam kesedihan. Sedih itu bukan suatu perkara yang mesti dipendam kelamaan, harusnya diimbangi dengan kebahagiaan. Namun demikian bukan berarti kita tidak boleh bersedih. Kita wajib berduka, karena semua makhluk memiliki jiwa perasa. Kita tidak dapat menyangkal hal itu. Baik itu sedih karena terkena musibah, becana atau bahkan ditinggal orang yang disayang terutama pacar... yang diambil orangš¢
Kita diperbolehkan untuk bersedih sebagai bentuk rasa cinta yang teramat dalam pada suatu hal, namun kembali lagi ke asal bahwa kesedihan tak patut dilarutkan kelamaan. Takutnya nanti bakal terjadi reaksi kimia yang katalis.
Kesedihan senantiasa melekat pada hati orang-orang yang bertakwa. Penting bagi kita untuk mewaspadai kadar kesedihan yang berlebihan, karena kesedihan hanya terjadi karena sesuatu yang hilang, sedangkan kita perlu mengetahui cara memperbaikinya.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sisa umur seorang mukmin tiada ternilai harganya. (karena) pada kesempatan itu sesuatu hilang dapat diperbaiki.”
Jika yang membuat hati sedih tidak mungkin diperbaiki, maka tak ada gunanya bersedih. Dan apabila sedih karena agama, maka harus diimbangi dengan besar harapan akan mendapat rahmat dan karunia Allah agar kondisinya tetap stabil.
Kalau kesedihan itu karena kehilangan dunia, maka hal itu jelas-jelas kerugian yang harus dihindari oleh orang yang berakal.
Pengobatan yang paling manjur adalah kesadaran bahwa kesedihan tidak dapat mengembalikan dunia yang hilang. Kesedihan justru hanya akan melipatgandakan musibah, padahal musibah seharusnya diringankan dan dihindari.
Ibnu Umar pernah berkata, “Apabila Allah mengambil sesuatu, maka lupakanlah. Maka kelak akan ada gantinya yang menghibur.”
Lalu bagaimana jika yang menghibur itu tidak ada? Maka berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk memalingkan hati dari yang hilang. Hendaklah dia sadar bahwa yang mengajak kepada kesedihan adalah hawa nafsu, bukan akal. Karena akal hanya akan membawa sesuatu yang bermanfaat.
Saya mengambil hadist dari beberapa sumber di internet.
Anak Rantau
Puisi ini didedikasikan untuk anak kosan
Resah..
Gundah..
Kini makin tak berarah
Semuanya tumpah tak bersisa
Aku diam menyingsing asa mengepul dalam angan
Tak hirau jauh dari jangkau
Akan tetap ku tuai walau kau dikecam
Kan ku sampingkan rintang yang menghalau
Kubiarkan menceracau tidak keruan
Mengigau mirip sang kerbau
Demi kau yang bersinar silau
Tapak-tapak jejak
Sengaja lahir supaya tampak
Pudarkan air yang beriak
Singkirkan angin yang bergerak
Tandaskan hasrat yang mendesak
Liar..
Bebas..
Luas dari capaian sang tuan
Berkelana temukan tuju yang terendam
Mengeruk paksa tuk dapatkan intan
Atau akan ku jatuh ke dalam jurang
Jumpa derita yang tak kunjung akhiran
Namun dia datang hadirkan senyuman
Ciamis, 29 September 2019
Resah..
Gundah..
Kini makin tak berarah
Semuanya tumpah tak bersisa
Aku diam menyingsing asa mengepul dalam angan
Tak hirau jauh dari jangkau
Akan tetap ku tuai walau kau dikecam
Kan ku sampingkan rintang yang menghalau
Kubiarkan menceracau tidak keruan
Mengigau mirip sang kerbau
Demi kau yang bersinar silau
Tapak-tapak jejak
Sengaja lahir supaya tampak
Pudarkan air yang beriak
Singkirkan angin yang bergerak
Tandaskan hasrat yang mendesak
Liar..
Bebas..
Luas dari capaian sang tuan
Berkelana temukan tuju yang terendam
Mengeruk paksa tuk dapatkan intan
Atau akan ku jatuh ke dalam jurang
Jumpa derita yang tak kunjung akhiran
Namun dia datang hadirkan senyuman
Ciamis, 29 September 2019
Langganan:
Postingan (Atom)
Ulasan Cerpen Cerita Remaja
ULASAN CERPEN Titik Buta karya Mgal Orientasi Cerpen yang berjudul Titik Buta ini adalah sebuah karya dari MGal dan berhasil tembus...
-
Deras air yang berlinang Memeras jua luka yang menganga Mengucurkan beribu turunan duka sengsara yang tiada akhirnya Mengapa jarak begit...
-
Assalammualaikum wr.wb Hello guys welcome again on my blogg:* So stay tuneeee yeah Kali ini aku dapat tantangan dari senior tempatku bel...
-
Dapatkan kulit wajah halus cerah alami hanya dengan masker buah rambutan yang biasa kita jumpa di pasaran. Selain dapat dimakan ternya...
